Skip to main content

7 Wisata Seru di Kuba

KUBA kini mulai membuka diri untuk kunjungan wisatawan guna menepis anggapan seram yang sudah lama lekat. Bahkan Kuba kerap direkomendasikan sebagai tujuan wisata baru untuk 2012.

1.Old Havana


Nikmati matahari terbenam dari teras kebun di Hotel Nacional de Cuba, yang memiliki peninggalan dua buah senjata kanon yang dibombardir oleh angkatan laut Amerika Serikat selama perang Amerika-Spanyol. Hotel antik Kuba yang dibangun pada 1930 ini pernah ditinggali oleh musisi legendari, Frank Sinatra.

2.Museum Revolusi


Museum revolusi ini dulunya digunakan sebagai kediaman resmi presiden. Museum menampilkan koleksi sejarah Kuba, mulai masa kolonisasi Eropa di tahun 1700an hingga masa Revolusi Kuba. Kunjungi juga Museo de la Plata, salah satu rumah tertua di Havana yang menyimpan senjata kolonial Kuba seperti senjata api dan pedang-pedang. Atau kunjungi El Morro, benteng peninggalan abad ke-16 yang menjaga pintu masuk pelabuhan Havana.

3.Pabrik Cerutu Partagas
Ikuti tur menjelajahi Pabrik Cerutu Partagas di Havana, yang dibangun pada 1845 dimana dahulu setiap hari dibuat ratusan cerutu Kuba yang terkenal. Di pabrik ini tidak diperbolehkan menggunakan kamera, untuk melindungi para buruh-buruh pabrik yang tidak ingin menjadi tontonan publik. Pengunjung dapat mengambil tur melihat proses pembuatan cerutu, dari daun tembakau hingga telah menjadi cerutunya.

4.Trinidad de Cuba
Ditemukan pada 1954 dan dijadikan Situs Warisan Dunia UNESCO pada 1988, Trinidad de Cuba merupakan permata negara ini, dimana pedagang gula dan budak membangun rumah-rumah mewah disekitar Plaza Mayor. Rumah-rumah dari abad ke-19 yang ada di kota ini telah dialihfungsikan menjadi Galeri dan Museum. Salah satunya adalah museum arkeologi dan Palacio Burnet, yang dipenuhi furnitur kayu ukiran. Trinidad terletak di sebelah selatan pesisir Kuba.

5.Varadero
Varadero merupakan area resor paling populer di Kuba, yang meliputi area pantai berpasir putih sepanjang 12 mil, lapangan golf, dan hotel-hotel mewah yang dimiliki jaringan internasional, seperti Occidental, Melia, Sandals, dan Barcelo. Selain pantainya yang indah, aktivitas wisata yang dapat dilakukan di Varadero adalah memancing, diving, dan snorkeling.

6.Santa Clara
Santa Clara adalah kota dimana revolusioner Che Guevara memimpin perang untuk menjatuhkan rezim Batista pada 1958. Meskipun kota ini memiliki aura kolonial yang memesona, wisatawan lebih menggemari melihat museum dan memorial revolusionel yang terletak di perbukitan dekat kota ini, Monumento del Che.
Museum ini juga memiliki koleksi Che Guevara seperti ijazah universitasnya, fotonya bersama Fidel Castro, juga senjata yang ia gunakan untuk melakukan revolusi. Monumento del Che didominasi patung perunggu Che Guevara besar di tamannya, yang berpose sedang memegang senjata sebagai lambang revolusi.

7.Santiago de Cuba
Santiago de Cuba, yang terletak di sebelah timur negara ini merupakan kota terbesar dan tertua kedua di Kuba. Setiap Juli, kota ini mengadakan karnaval meriah yang meliputi pertunjukan musik Afro-Kuba dan tarian sepanjang malam di jalanan. Kunjungi juga Museo Emilio Bacardo, salah satu museum tertua di Kuba yang memertontonkan mummi-mummi dari Peru dan Mesir kuno. Situs lain yang menarik di Santiago adalah The Castillo de San Pedro de la Roca, sebuah benteng yang dibangun pada 1500an, memamerkan koleksi peninggalan Perang Spanyol-Amerika 

Comments

Popular posts from this blog

Beberapa Negara Yang Siap Membantu Jika Indonesia Diserang

Tahukah kamu apa yg terjadi jika negara kita yg tercinta Indonesia ini diserang musuh? Oke, jika kamu mau tahu negara-negara mana yang langsung "turun tangan" membela Indonesia jika diserang musuh atau gawat darurat ? Inilah negara-negara tersebut,silakan kamu komentari akhir setelah selesai membaca postingan ini : 1.Jepang  Ya, Jepang adalah salah satu negara yg pasti dan akan menolong Indonesia kalo Indonesia diserang, mengapa demikian ? Karena export produk-produk terbesar jepang adalah ke negara Indonesia. Indonesia adalah salah satu negara konsumtif terbesar didunia, dan jepang adalah salah satu negara exportir nya, mulai dari : mobil , motor + spare partnya, barang elektronik seperti : tv, laptop, kulkas, lampu, mainan, tamiya, Radio Control, anime, bahkan kebudayaan dan lain-lain dari jepang semuanya di konsumsi oleh orang Indonesia. Indonesia pun, juga merupakan exportir hasil-hasil bumi dan bahan-bahan mentah seperti kayu, gas alam (masih ...

Tempat Liburan Terfavorit Selebriti dubia

Selebriti dunia selalu punya cara tersendiri untuk menikmati liburannya. Tapi ada yang menjadi kesamaan saat mereka memilih tempat bersenang-senang; pantai, mewah dan privat. Beberapa tempat ini sudah dikenal sebagai destinasi favorit para selebriti Hollywood seperti George Clooney, Britney Spears, Julia Roberts, Brad Pitt dan Angelina Jolie karena keindahan pemandangan dan kenyamanan yang mengagumkan. Mau tahu seperti apa tempat liburan para bintang terkenal dunia? Intip 7 tempat ini, seperti yang dikutip dari Travel Excite. Berikut 7 Tempat Liburan Terfavorit Selebriti Dunia, yaitu : 1. Pulau Karibia Karibia memiliki banyak destinasi wisata dengan pemandangan menakjubkan. Dua yang paling terkenal dan terhitung banyak dikunjungi para selebriti dunia adalah Saint Barthelemy (St. Barts) dan Barbados. St. Barts memiliki pantai yang sangat indah dan reputasinya sudah dikenal sebagai tujuan wisata kelas atas sejak beberapa dekade lalu. Sementara Barbados, adalah tempat ideal ...

Vril

Vril, the Power of the Coming Race is a 1871 science fiction novel by Edward Bulwer-Lytton, originally printed as The Coming Race . Many early readers believed that its account of a superior subterranean master race and the energy-form called "Vril" was accurate, to the extent that some theosophists accepted the book as truth. Since 1960 there has been a conspiracy theory about a secret Vril Society . History The vril Race was originally published anonymously in late 1871 but Bulwer-Lytton was known to be the author. Samuel Butler's Erewhon was also published anonymously, in March 1872, and Butler suspected that its initial success was due to it being taken by many as a sequel by Bulwer-Lytton to The Coming Race ; when it was revealed on the 25 May 1872 edition of the Athenaeum that Butler was the author, sales dropped by 90 percent because he was at the time an unknown. Plot summary The novel centers on a young, independently wealthy traveler (t...