Skip to main content

Kumpulan Bocah Pembunuh Berdarah Dingin

blog-apa-aja.blogspot.com
Praktik pembunuhan tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa semata. Toch bocah-bocah yang cenderung polos dan lugu mampu melakukannya. Berbagai faktor pastinya melatarbelakangi mengapa si bocah mampu melakukan perbuatan sadis itu. Bisa berasal dari faktor psikologis, lingkungan, termasuk penanganan pendidikan dari orangtua yang kebablasan. Anda bisa mengenali beberapa bocah yang dikenal dingin mengeksekusi korbannya.

1.Eric Smith
Eric Smith 13 tahun, dihukum karena menyumpalkan baterai dan memukul seorang anak berusia 4 tahun sampai mati pada tahun 1994. Dia melanjutkan dengan tindakan sodomi pada bocah 4 tahun itu dengan tongkat lalu dia menimpakan batu-batu besar pada tubuh kecil korbannya yang remuk.
Smith dihukum minimal 9 tahun penjara untuk pembunuhan tingkat kedua. Dia masih di penjara dan permohonan jaminan untuk kebebasanya 5 kali ditolak. Ejekan dijadikan sebagai alasan untuk perilaku buruk Smith
.
2.Mary Bell
Bocah 11 tahun ini didakwa dalam pembunuhan dengan mencekik dua anak laki-laki berusia 3 dan 4 tahun. Tidak seperti insiden pembunuhan pertama, yang kedua dilakukan dengan teman, Norma Bell. Bell mengukir "N" dengan silet di perut korban. Dia selanjutnya mengambil potongan rambut korban, mengiris iris kaki korban dan memotong penis korban.
Bell berasal dari keluarga yang berantakan. Ibunya adalah seorang pelacur yang tidak hadir dalam kehidupan Bell. Pada tahun 1980, Bell dibebaskan dari penjara dan diberikan anonimitas.
 
3. Jon Venables & Robert Thompson
Jon Venables dan Robert Thomspon dua anak berusia 10 tahun, telah menculik, membunuh dan menyiksa anak usia 2 tahun, James Bulges pada tahun 1993. Venables dan Thompson bolos sekolah dan pada 12 Februari 1993 memilih untuk mengincar anak-anak di Pusat Perbelanjaan Strand. Mereka mendekati Bulges saat ibunya sedang berbelanja dan agak terpisah jauh dari ibunya
Saat berjalan dengan Thompson dan Venables, bulges kecil sering dijatuhkan berulang kali. Banyak orang-orang melihat Venables, Thompson dengan Bulges tetapi orang-orang menyangka mereka bertiga bersaudara
Pembunuhan itu terjadi di rel kereta api di mana Venables dan Thompson menyiksa secara seksual dan fisik ke Bulges. Pada akhirnya, mereka membaringkan Bulges di atas rel kereta api dan menutupi tubuh dengan batu bata sebelum kereta datang.
Pada tanggal 24 November 1993, Venables dan Thompson diputuskan bersalah dan dikirim ke penjara. Pada tahun 2001, keduanya dibebaskan karena Dewan Pembebasan merasa mereka telah belajar dengan pengalaman mereka. Namun pada tahun 2010, Venables ditangkap lagi dengan tuduhan serius.
 
4. Lionel Tate
Bocah berusia 12 tahun ini mengaku meniru gerakan gulat ketika ia memukuli sampai mati seorang gadis berusia 6 tahun pada tahun 1999.
Dia juga mengklaim bahwa ia telah mengunci posisi kepala gadis itu sebelum membenturkannya ke meja. Meskipun siswa cemerlang, Tate dikenal karena perilaku temperamentalnya dan sering mencuri dan dia pernah diskors 15 kali di sekolahnya.
Dia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada tahun 2001 untuk pembunuhan tingkat pertama. Ketika kasusnya dikaji ulang pada tahun 2004, dia dibebaskan.
Pertahanan percaya bahwa uji kompetensi mental harus sudah dilakukan sebelum sidang. Sekarang dia masih dalam masa percobaan dan memakai monitor pergelangan kaki.

Comments

Popular posts from this blog

Beberapa Negara Yang Siap Membantu Jika Indonesia Diserang

Tahukah kamu apa yg terjadi jika negara kita yg tercinta Indonesia ini diserang musuh? Oke, jika kamu mau tahu negara-negara mana yang langsung "turun tangan" membela Indonesia jika diserang musuh atau gawat darurat ? Inilah negara-negara tersebut,silakan kamu komentari akhir setelah selesai membaca postingan ini : 1.Jepang  Ya, Jepang adalah salah satu negara yg pasti dan akan menolong Indonesia kalo Indonesia diserang, mengapa demikian ? Karena export produk-produk terbesar jepang adalah ke negara Indonesia. Indonesia adalah salah satu negara konsumtif terbesar didunia, dan jepang adalah salah satu negara exportir nya, mulai dari : mobil , motor + spare partnya, barang elektronik seperti : tv, laptop, kulkas, lampu, mainan, tamiya, Radio Control, anime, bahkan kebudayaan dan lain-lain dari jepang semuanya di konsumsi oleh orang Indonesia. Indonesia pun, juga merupakan exportir hasil-hasil bumi dan bahan-bahan mentah seperti kayu, gas alam (masih ...

Tempat Liburan Terfavorit Selebriti dubia

Selebriti dunia selalu punya cara tersendiri untuk menikmati liburannya. Tapi ada yang menjadi kesamaan saat mereka memilih tempat bersenang-senang; pantai, mewah dan privat. Beberapa tempat ini sudah dikenal sebagai destinasi favorit para selebriti Hollywood seperti George Clooney, Britney Spears, Julia Roberts, Brad Pitt dan Angelina Jolie karena keindahan pemandangan dan kenyamanan yang mengagumkan. Mau tahu seperti apa tempat liburan para bintang terkenal dunia? Intip 7 tempat ini, seperti yang dikutip dari Travel Excite. Berikut 7 Tempat Liburan Terfavorit Selebriti Dunia, yaitu : 1. Pulau Karibia Karibia memiliki banyak destinasi wisata dengan pemandangan menakjubkan. Dua yang paling terkenal dan terhitung banyak dikunjungi para selebriti dunia adalah Saint Barthelemy (St. Barts) dan Barbados. St. Barts memiliki pantai yang sangat indah dan reputasinya sudah dikenal sebagai tujuan wisata kelas atas sejak beberapa dekade lalu. Sementara Barbados, adalah tempat ideal ...

Vril

Vril, the Power of the Coming Race is a 1871 science fiction novel by Edward Bulwer-Lytton, originally printed as The Coming Race . Many early readers believed that its account of a superior subterranean master race and the energy-form called "Vril" was accurate, to the extent that some theosophists accepted the book as truth. Since 1960 there has been a conspiracy theory about a secret Vril Society . History The vril Race was originally published anonymously in late 1871 but Bulwer-Lytton was known to be the author. Samuel Butler's Erewhon was also published anonymously, in March 1872, and Butler suspected that its initial success was due to it being taken by many as a sequel by Bulwer-Lytton to The Coming Race ; when it was revealed on the 25 May 1872 edition of the Athenaeum that Butler was the author, sales dropped by 90 percent because he was at the time an unknown. Plot summary The novel centers on a young, independently wealthy traveler (t...